Cara Mendeteksi Kandungan Zat Berbahaya pada Makanan dengan Menggunakan Kulit Buah Naga


Kesehatan, tiptrik1.blogspot.com - Buah Naga atau Dragon fruit dalam bahasa inggris merupakan buah dari jenis kaktus yang berasal dari Meksiko, Amerika tengah Namun sekarang Buah ini ramai dibudidayakan di berbagai negara Asia salah satunya Indonesia. Nama buah Naga atau Dragon Fruit mungkin disebabkan karena buah ini memiliki warna merah menyala dan memiliki kulit dengan sirip hijau yang mirip dengan sosok naga dalam imajinasi yang berkembang di Negara China. Meskipun di Negara Asalanya (Mexico) tanaman ini ditujukan untuk tanaman hias dalam perekmbangannya masyarakat mulai membudidayakan tanaman ini untuk dikonsumsi daging buahnya. Daging buah naga berbentuk bulan panjang dan biasanya terletak mendekati ujung cabang atau batang. Pada cang atau batang bias tumbuhan lebih dari satu dan terkadang berdekatan. Kulit buah naga memiliki tebal sekitar 1-2 cm dan pada permukaan kulit buah terdapat sirip atau jumbai berukuran sekitar 2 cm. 

Kini di Indonesia Buah ini tengah digemari dan banyak di jual di pasar atau di super market, selain memiliki daging buah yang manis, buah naga juga memiliki banyka manfaat tidak hanya dagingnya saja, tetapi kulit buahnyapun juga dapat di jadikan Indikator Pengawet Berhaya.

Macam Buah Naga:

Nama buah naga diberikan pada buah-buah yang dapat dimakan dari tumbuhan:
Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan daging buah putih
Hylocereus polyrhizus, yang buahnya berwarna merah muda dengan daging buah merah dan
Selenicereus megalanthus dengan kulit buah kuning dan daging buah putih
Hylocereus costaricensis, buah naga daging super merah.

Manfaat Kulit Buah Naga

- Untuk Menjaga Fleksibilitas pembuluh darah
- Mencegah berkembangnya beberapa jenis sel tumor
- Sebagai Indikator Kandungan Zat pengawet pada makanan

Buah Naga Sebagai Indikator Zat Pengawet Makanan Berbahaya

Dua jenis zat pengawet makanan yang sudah dinyatakan berbahaya untuk kesehatan jika dikonsumsi adalah formalin dan boraks. Karena sejatinya, kedua zat berbahaya ini bukan digunakan untuk pengawet makanan namun untuk mengawetkan mayat. Namun masih banyak masyarakat yang bingung cara mengetahui apakah makanan yang mereka konsumsi tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak. Banyak pula masyarakat yang ingin mengetahui apakah makan yang mereka konsumsi tercemar oleh zat pengawat berbahaya atau tidak, namun kebanyakan dari mereka takut bahkan malas untuk pergi ke lab untuk cek apakah makanan tersebut benar-benar layak untuk dikonsumsi. Nah dengan kulit buah Naga ini siapapun bisa mendeteksi ada tidaknya pengawet berbahaya tersebut dalam makanan. Caranya memang agak ribet tapi tidak terlalu sulit dan bisa dicoba dirumah.

Cara Mendeteksi Zat Berbahaya pada Makanan dengan Kulit Buah Naga

Pertama siapkan baha-bahan seperti: Kulit buah naga merah, Jeruk Nipis, Air tawar, tisu, dan makanan yang ingin anda deteksi.
Langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah, Ambil kulit Buah Naga kemudian potong-potong menjadi beberapa bagian
 Langkah Kedua Rendam irisan kulit buah angat tersebut dalam air tawar yang dicampur dengan Perasan air jeruk nipis. Tunggu hingga airnya berubah menjadi kemerahaan.


Langkah Ketiga celupkan tisu ke dalam larutan air tersebut hingga tisunya berubah menjadi warna Merah. Kemudian ambil makananyang akan diuji kandungan zat pengawet dan tempelkan tisu tersebut. Biarkan tisr tersebut menempel selama kurang lebih 10 menit. Kemudian Lihat apakah tisu tersebut berubah warna menjadi putih atau tidak?


Jika tisu berangsur-angsur berubah warna menjadi putih kembali, maka makanan tersebut tidak mengandung zat pengawet. Namun, jika tisu tetap berwarna merah maka disinyalir makanan tersebut sudah diberi zat pewarna. Waspadalah!.

Demikian Cara Mendeteksi Kandungan Zat Berbahaya pada Makanan dengan Menggunakan Kulit Buah Naga. Terima Kasih dan Semoga bermanfaat.

1 Response to "Cara Mendeteksi Kandungan Zat Berbahaya pada Makanan dengan Menggunakan Kulit Buah Naga"